Inilah 8 Tips Ampuh Untuk Memperbaiki Charger Yang Rusak
Saturday, December 3, 2016
Edit
Hallo guys!! Apabila ada problem kecil ketika mengisi ulang daya baterai, dijamin kau niscaya resah bukan main. Entah itu gagal charging total, lemot, atau persentase baterai yang naik turun, kau niscaya merasa tidak sabar.
Tidak jarang orang eksklusif berkesimpulan jikalau charging bermasalah berarti handphone mulai rusak. Padahal belum tentu demikian guys. Ternyata, sebagian besar problem charging gotong royong sanggup diselesaikan dengan praktis tanpa perlu ke service center apalagi beli baru.
Makanya, jikalau ada hambatan dengan charging kau guys, coba dulu beberapa tips memperbaiki charger yang rusak berikut ini sebelum kau beli baru.
Baca Juga :
Untuk Charging Bermasalah, Berikut 8 Tips Memperbaiki Charger yang Rusak di Smartphonemu
1. Betulkan Posisi Strip pada Port USB

Bila kau perhatikan, di kepingan tengah port USB terdapat sebuah strip kecil. Strip tersebut kadang kendor dan menjadikan colokan USB tidak stabil. Itulah yang kerap kali menimbulkan handphone tidak sanggup charging dengan baik. Untuk itu kau perlu memperbaikinya biar kembali ke posisi yang sempurna dan stabil. Caranya praktis kok, kau hanya perlu mengungkitnya sedikit ke arah atas menggunakan tusuk gigi. Trik ini berhasil untuk sebagian besar problematika pengisian daya.
2. Bersihkan Debu

Adanya debu atau kotoran yang tersumbat di port USB juga sanggup menghambat anutan daya listrik. Cobalah dengan meniup manual secara kencang atau menggunakan sedotan. Bila cara ini masih kurang berhasil, gunakanlah kompresor udara kalengan. Tiupan udara yang lebih berpengaruh dari kompresor niscaya akan manjur untuk mengusir semua sumbatan di port.
3. Ganti Kabel

Kabel ialah kepingan dari charger yang paling praktis rusak. Terutama bila kabel sering digulung, ditekuk, ditarik, atau dibiarkan tetap tercolok meski sudah tidak dipakai lagi. Cobalah ganti kabelmu dan lihat bagaimana hasilnya. Jangan sembarangan membeli kabel. Pilihlah yang arusnya sesuai dengan charger-mu. Informasinya sanggup kau lihat pada label yang ada di adaptor charger-mu. Satu hal lagi, usahakan pilih kabel yang tebal biar tidak praktis rusak.
4. Gunakan Charger yang Benar

Meskipun bentuk colokannya sama, tidak semua charger sanggup mengisi daya bateraimu sebaik charger bawaan yang asli. Perbedaan arus sanggup menimbulkan slow charging atau bahkan baterai praktis bocor.
Bila kau perlu menggunakan charger universal ataupun charger handphone lain, sebaiknya pastikan bahwa charger tersebut mempunyai arus dan tegangan yang sama dengan charger aslimu. Charging dari power bank, laptop, atau sumber lain pun alhasil juga tidak akan semaksimal charging dari charger asli.
5. Cek Baterainya

Baterai smartphone memang tidak didesain untuk sanggup bekerja secara optimal selamanya. Biasanya, sehabis melewati usia 2 tahun, baterai mulai memunculkan gejala keusangan. Hal ini sanggup kau lihat dengan jelas. Cobalah mematikan smartphone dan copot baterainya. Perhatikan apakah baterai agak menggembung atau ada cairan yang keluar. Bila iya, berarti sudah waktunya kau beli baterai baru. Jangan lupa, belilah yang original biar kualitas terjamin.
6. Upgrade atau Downgrade

Terkadang, upgrade software sanggup memunculkan problem charging menyerupai baterai boros atau slow charging. Jika kau mengalami problem menyerupai ini sehabis melaksanakan upgrade maka sebaiknya kau downgrade kembali sistem software-mu. Selain itu, upgrade juga sanggup memperbaiki aneka macam bug penyebab problem charging. Biasanya imbas menyerupai ini akan terasa pada ketika upgrade sistem Android itu sendiri. Sementara upgrade aplikasi tidak akan menunjukkan perbedaan yang signifikan.
7. Matikan Smartphone

Kamu terbiasa bermain handphone meski ketika sedang di-charge? Mungkin itulah problem utamanya. Terutama jikalau aplikasi yang kau buka tergolong aplikasi boros daya. Kebiasaan ini akan menciptakan baterai menjadi praktis bocor. Kondisi terbaik untuk charging ialah handphone dalam keadaan mati total sehingga baterai sanggup “tidur siang” sejenak. Dijamin, cara ini mempercepat durasi charging secara signifikan. Jika tidak dimatikan, setidaknya kau sanggup mengaktifkan airplane mode.
8. Kalibrasi
Indikator baterai memang menjadi fitur yang sangat bermanfaat bagi kita untuk memastikan berapa daya yang tersisa. Namun, indikator ini sanggup juga salah. Jika indikator ini error, perkara yang kerap terjadi ialah baterai tidak pernah mencapai 100% ketika di-charging. Atau, baterai jadi praktis drop padahal belum lama di-charge. Memperbaiki problem ini cukup mudah, yaitu dengan cara kalibrasi. Kalibrasi baterai sanggup dilakukan baik pada smartphone yang sudah rooted maupun belum. Begini caranya:

- Jangan charge smartphone dan biarkan baterainya habis hingga ia mati sendiri.
- Nyalakan dan biarkan smartphone kau mati sendiri lagi.
- Charge smartphone dalam keadaan mati hingga indikator menunjukkan level 100%.
- Cabut charger.
- Nyalakan smartphone dan lihat apakah indikator masih menunjukkan angka 100%. Bila belum, charge kembali handphone dalam keadaan ON hingga mencapai 100%.
- Cabut charger dan restart smartphone-mu. Ulangi poin nomor 5 berulang kali hingga indikator mencapai angka 100%.
- Bila smartphone sudah rooted, install aplikasi Baterry Calibration dan restart. Lalu, kalibrasikan bateraimu dengan aplikasi ini. Poin ini sanggup dilewati bila gadgetmu masih unrooted.
- Biarkan smartphone-mu dan jangan charge hingga baterai habis total dan perangkatnya mati sendiri.
- Charge kembali smartphone-mu dalam keadaan mati dan jangan diutak-atik hingga mencapai 100%.
Itulah beberapa hal yang harus kau lakukan pada baterai smartphone kamu, guys. Sekarang baterai smartphone kau niscaya sudah kondusif terkendali dari kerusakan-kerusakan sebelumnya, selamat mencoba tips nya ya guys. Semoga bermanfaat bagi kita semua amin. ☺
